Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

1.8.12

Karna Waktu Tak Menunggu

aku lelah berkejaran
kesana kemari ~ berlari
tapi apa, kau tetap pergi ~ tak pernah kembali
bahkan untuk mengeja koma aku tak bisa
cobalah sekali untuk mengerti
diam disitu dan dengarkan aku
kau tau, banyak sesi ku lewati
melajui memori setiap jengkal
pun menyusuri tapak sesal
tetap tak cukup untukku
ah waktu, kenapa kau tak pernah mau menunggu

31.7.12

Menyerah

boleh saja jika tetap bertahan sekarang
bukan pilihan tapi sebuah keputusan
kelak, bila di suatu masa kau menyerah
tak mengapa - aku rela
bahagia semoga menjadi akhirnya

30.7.12

Adalah Kita

Hujan - rintiknya menada sendu air mata
berdegup mendekap gersang
bergema mengalun irama mewarnai riuh tawa
kekosongan abadi dan kemudian mengisi
Purnama - kutitipkan sebait lirik kepadanya
tentang dua hati yang belum jumpa
namun bertaut dalam air mata doa
berharap waktu itu segera menjemput
ketika ijabah Allah menjadikan cerita adalah kita

12.7.12

Alpa Kata dan Suara

Tepat 23 tahun usia saya.. hari ini, 12 Juli.

Katanya usia dewasa, ya semoga..
Harusnya sudah mengenal cinta dan membentang hati untuk seorang belahan jiwa, pesan seorang kawan..

..aku beri tau padamu ya, aku telah mengenalnya..
Ya, aku mengenalnya.. Cinta!
Siapa?? maaf kawan, tidak akan kukatakan padamu, pun kepadanya.
Karna cintaku alpa kata dan suara..
Bukan tidak ingin jujur, hanya saja begitu banyak alasan untuk memendamnya dalam diam.
Beri aku waktu untuk memahami kehadirannya yang perlahan melemahkan kesadaran diri, untuk mengkaji penyebab kedatangannya pada lini diri.. "Ah percuma, tidak akan kau temukan jawabannya", ucap para pujangga. Karna Cinta hadir tanpa alasan.

Tuhan, aku menyadari bahkan hingga detik ini aku tak kunjung menemukan jawaban dari semua pertanyaan kenapa-kenapa-kenapa.. karna memang cinta hadir tanpa kata 'kenapa'

Dan ya, aku memang sedang jatuh Cinta. Aku memutuskan untuk mencintainya, untuk jatuh pada cintanya. Cinta yang diam dalam kepasrahan. Cinta yang alpa kata dan suara. Biarlah kusampaikan lewat semesta melalui sujud dan doa.

"Bagaimana bisa memendam cintamu? Tidakkah itu menyakiti perasaanmu sendiri? Memang jodoh di tangan Tuhan, tapi toh tetap kita harus usaha untuk menjemputnya? Dalam diammu, bagaimana orang yang kau cintai akan menapaki jejak cintamu? Lalu, yang kau cintai akan pergi begitu saja tanpa pernah tau perasaanmu.. Aneh, aku tidak mengerti pada jalan pikiranmu...."
- seorang kawan.

Kukatakan padamu, aku pun sempat meragu, aku juga tidak mengerti pada jalan pikiranku.. Hingga akhirnya aku menemukan jawaban dari sebuah perenungan, cintaku yang alpa kata dan suara adalah juga sebuah usaha, menyembunyikan rasa hingga ia menjadi layak direngkuh dalam halal. Bukankah kita semua mengagungkan cinta? dan keagungannya terlalu suci untuk menjadi bahan obral rayuan kata dan desah suara penjata.*

Kawan, cinta dalam diam adalah bentuk kepasrahan dan kepercayaan pada peran Tuhan dalam garis kehidupan seorang hamba.. Aku percaya, apa-apa yang telah Ia tetapkan untukku tidak akan menjadi milik orang lain.
Aku akan bertahan pada jalan ini, hingga ia bersemi memekar dalam Perjanjian Agung........ Pernikahan.



*penjata = penjaja cinta

21.5.12

Menunggumu Datang

Selamat pagi Cinta
Mari memulai hari dengan semangat
Cinta, jangan lupa sholatnya, makannya juga..
Pokoknya kamu harus jaga kesehatanmu, aku ga mau kamu sakit..
Cinta, capek ya?
Istirahat deh..
Selamat tidur *kecup*
Hai kamu.. Ya kamu..
Kau tau, aku selalu memimpikan bisa mengucapkan kalimat-kalimat itu..
Seperti teman-temanku pada kekasihnya..

Tapi, sungguh aku menahan dan bertahan..
Tidak akan terucap dengan serampang..
Aku hanya menunggumu.. menunggumu datang..
Hanya kamu.. kamu saja yang aku harapkan..

Sungguh, aku akan bertahan sampai kau datang, Cinta!

18.5.12

Mencintaimu.. lagi dan lagi

Malam merambat menghantarkanku pada kerinduan.. entah pada siapa..
Pada satu nama yang masih menjadi rahasia-Nya..

Ya Rabbi, tiba-ba saja.. aku bertanya-tanya..
Seperti apa ia
Sedang apa dia disana yang bahkan tidak ku tau dimana..

Hai bintang-bintang yang menyaksikan dalam keheningan..
Ini aku yang sedang diresahkan oleh kehidupan mendatang..
Diresahkan oleh sesuatu yang telah menjadi janji pasti-Nya.. Cinta!

Kepada satu nama...

Sekarang, belum saatnya aku mengatakan..
Jika kau percaya waktu yang tepat itu ada.. bersabarlah..

Disini, aku pun menantikannya..
Menanti hari itu tiba..
Ketika kita berdampingan.. bersampingan..
Dan aku akan memandangmu dalam..
Menemukan cinta bahkan lewat tatapan..

Hari itu, aku akan berucap dengan mantap..
Dengarkanlah.. Aku mencintaimu..
Seterusnya mencintaimu.. lagi dan lagi.. berkali-kali

2.4.12

Drama Queen

Saat itu, kita berada pada kota yang berbeda namun dengan suasana langit yang sama.. gelap dan hujan.. Saat kita mulai terdiam kehabisan bahan pembicaraan, otak dan mulutku bereaksi dan berkorelasi menyusun kata kemudian mendendangkannya.. berharap kamu terpesona, tapi yang ada "Rin, rin.. satu hal lagi yang ga berubah dari kamu, masih aja jadi drama queen number one" katamu pada perbincangan kita sore itu. Lagi-lagi aku hanya tertawa mendengarkan persepsimu..

Ah dasar, kamu menggagalkan keromantisan yang berusaha aku ciptakan..

1.4.12

J.A.I.M

"Kamu tuh ya, ga berubah.. jaimnya tingkat dewa" katamu padaku. Aku hanya tertawa..
Seingatku saat itu kita sedang membicarakan cinta.

Tidak seperti itu yang sebenarnya, hanya saja pandangan kita berada pada dua sisi berbeda dalam mengartikan makna..
Kamu masih ingatkan konsep yang dulu sering aku presentasikan padamu..
Tentu kamu juga tidak lupa pada satu nama yang selalu aku ajukan sebagai obyeknya..
Kalau kata Jaim itu kamu harfiahkan berdasarkan sikap diamku..
Ah, sepertinya mencoba memahami akan terus menjadi proses perjalanan kita.. hanya masalah waktu, kelak aku yakin kita akan sampai pada fase saling memahami.. mmh, lebih tepatnya sih kamu yang memahami aku.. kan kamu sendiri yang bilang aku sulit dipahami ^_^

lain kali aku presentasikan kembali padamu ya.. agar tidak lagi jaim atau gengsi menjadi perwakilan yang terus saja kamu jadikan sebagai pendeskripsianku..

Ohya, katamu minggu depan kamu ambil cuti dan kembali ke Palembang kan?? baiklah, akan aku siapkan pokok bahasan kita untuk minggu depan..

31.3.12

Selamat

Buat teman saya yang tadi pagi mengabarkan bahwa ia akan segera masuk kerja setelah satu minggu yang lalu baru saja diwisuda.. Selamat yaaa.. Saya ikut bahagia.
Disini, melalui gerimis hujan, sepoi angin, terik mentari dan remang rembulan saya kirimkan susunan kata pinta pada Tuhan untuk kemudahan pencapaian mimpimu, kesuksesanmu, dan yang terpenting kesehatanmu..

Medan itu lumayan jauh sih ya, tapi semoga aja kirimannya sampai kesana :)
Take care and good luck.

28.3.12

Terima Kasih

Seperti pintaku pada Nya.. hangat mentari menyapa pagiku, berganti siang cerah dengan langit biru yang indah.. dan kini, semburat jingga menghiasi senja..
Meski malam akan segera datang menggelapkan, masih ada keindahan dari gemerlap bintang yang bertaburan dan bulan sabit yang tersenyum tipis mengantarkan kita ke peraduan..

Terima kasih Tuhan, Kau mengajarkan padaku betapa untuk bahagia itu sederhana saja..

26.3.12

Maafkan

Pagi ini aku kembali menemukan pesan di facebook ku, masih darinya..
Ia kembali menanyakan kabarku, kesehatanku dan kegiatanku sekarang.

7 tahun lalu..
Kelas 3 SMA, kami berada pada satu kelas yang sama. Kami tidak dekat. Bertatap secara kebetulan enam hari dalam seminggu, hanya itulah yang terjadi. Yang aku tahu dulu ia sangat menggemari kartun Jepang Naruto dan saat itu aku juga sering menggambar kartun di buku sekolah.. Pernah kami bercerita tentang hobi kami sebagai sesama penyuka kartun. Hanya itu dan satu tahun berlalu.
Kami masuk di Universitas yang sama namun pada Fakultas yang berbeda. Sesekali bertemu secara kebetulan di dalam bis atau di terminal kampus.

1 tahun lalu..
Untuk pertama kalinya kami saling menyapa melalui chatting di facebook.. "Hai, apa kabar? sibuk apa?".. Itulah mula komunikasi kami yang berakhir dengan bertukar nomer handphone dan pin BB. Layaknya teman lama, kami berbagi cerita.. Saat itu, Ia telah bekerja di Jakarta dan aku masih menjadi mahasiswa tingkat akhir.. Intens? Tidak!
Hanya satu atau dua minggu sekali kami bertukar kabar. Tentang wisata dilibur panjang yang ia habiskan dengan teman-temannya, tentang Pekan Raya Jakarta di weekend nya, tentang makan siang dengan nasi padang porsi kulinya, tentang telat ke kantor dan mendapat teguran dari Boss nya.

12 Juli 2011..
"Selamat ulang tahun Ndah, aku punya hadiah buat kamu" sebuah kalimat yang ia tulis dipesan facebook bersama sebaris URL dengan pesan "didonlot ya, itu hadiahnya"
Video metamorfosa saya dengan backsound Beautiful Girl miliknya Jose Marry Chan menjadi pengantar tidurku malam itu..

Waktu terus berjalan, masih seperti biasa..
kadang, pagi2 aku berkicau padanya tentang ini itu, tentang printerku yang tiba2 saja rusak padahal deadline laporan harus segera diserahkan..
Atau dia yang kerap mengajakku makan siang bareng.. Hah! bagaimana bisa, aku dimana dia dimana.. dasar!!

November 2011..
Dia mengabarkan akan datang ke Palembang dan meminta waktu untuk bertemu.. Kampus menjadi tempat pertemuan yang dia tentukan..
"Aku udah di kampus, cepat dateng ya. Aku tunggu kamu Ndah" smsnya padaku.
"Aku sibuk mengurus yudisium, maaf" Satu alasanku saat itu padanya.. Ada yang lain? Iya. Entah apa, hanya saja hatiku berkata tak perlu ada pertemuan antara aku dan dia.
Tega? tidak, tolong jangan katakan itu padaku. Berada pada posisi yang mengecewakan seseorang adalah juga menyakitkan untukku.
Satu minggu berlalu, hujan deras di tempatku membuat pembicaraanku dengannya melalui handphone selalu terputus-putus.. Ah, sinyal!!
Beralih ke sms, cukup panjang isinya dengan baris terakhir bertuliskan "Aku sayang kamu Ndah, aku yakin sama perasaanku ini"
Hhhh, berikan aku pilihan.. Aku akan memilih ini tidak pernah terjadi.
Irama tetes hujan yang kian riak mencumbu tanah dan udara dingin menelusup menyaksikan aku yang hanya mampu terpaku dengan hela nafas panjang kemudian membenamkan wajah ke bantal. Malam ini begitu dingin. Sama seperti hatiku.
Berkali-kali aku mencoba menuliskan balasan dari sms nya itu, namun, berkali juga tombol delete itu aku tekan hingga akhirnya ibu jariku refleks menekan tombol off dan meletakkannya di bawah bantal. Aku memilih untuk menjawabnya dengan diam.
Sejak itu, aku memutuskan komunikasi. Ah tidak, lebih tepatnya membatasi. Tidak ada lagi cerita tentang repotnya pagi hari yang bersiap ke kampus mengejar dosen atau cerita malam yang mengeluhkan betapa lelahnya menjalani aktifitas sepanjang siang. Aku membatasi agar tidak ada harapan yang mendalam atau sebaliknya, kecewa yang mendalam.

22 Desember 2011
Untuk pertama kalinya aku kembali mengirimkan pesan singkat padanya, mengabarkan bahwa hari itu aku mengenakan toga dengan cantiknya.. Ya, aku wisuda. Bagaimanapun dia adalah bagian dari pencapaianku ini, teman yang selalu menyemangatiku, yang mengatakan bahwa aku harus bahagia dan mencapai impianku.

Februari 2012
"Ndah, minggu depan aku ke Palembang.. bisa luangkan waktu sebentar?" begitu katanya yang membuatku gagap seketika..
"emmhh, iya, Insya Allah" kataku.
24 Februari- BBM chat darinya "Ndah, aku udah di Palembang.. See you ya.. jadi kapan kita bisa ketemu?"

Tuhan, apakah Kau akan menghukumku jika kali ini aku kembali mengecewakannya? Jika ia, aku akan menerima hukuman itu. Kuputuskan untuk tidak membalas pesannya dan kembali menekan tombol off pada kedua ponselku. Maaf.
Tega? baiklah, aku tidak akan menyangkal lagi, aku tidak akan membenarkan diri sendiri.. Ia, aku memang tega. Maafkan. Maaf.
Ada alasan yang tidak bisa aku jelaskan kenapa aku melakukannya.. Ah, mungkin aku terlalu kaku..

Hingga hari ini aku tetap membatasi, tidak ada komunikasi balik dariku meski sepertinya dia tak bosan menanyakan keadaanku melalui pesan singkat, BBM dan pesan di facebook.. Hanya saja aku masih merasa bersalah atas janji yang tidak kutepati, hanya saja aku merasa bersalah telah mengecewakan ketika disatu sisi aku selalu ingin membahagiakan orang-orang disekelilingku.
Hanya saja aku membutuhkan waktu untuk mengembalikan semua seperti semula kedekatan aku dan dia, sebagai seorang teman yang berbagi kisah. Maaf.

Pagi ini, kembali membaca pesanmu.. Sungguh terima kasih kau masih peduli padaku atas segala yang telah aku lakukan padamu Rud.

13.1.11

Day With Friends

Rencana untuk tidur siang hari ini batal karena sms masuk dari temenku yang ngajakin ketemuan. Okelah kupikir, udah tiga minggu lebih juga gak ketemu sama mereka, teman (tersayangku) -- mumus dan sherly.
Mandi.. Touch up.. Go.....
Dengan setelan hitam-hitam dan sepatu kets putih (tersayangku), siap meluncur ke Palembang Indah Mall (PIM). Eits, ke rumah Sherly dulu ding, jemput doi. Sampe disana kita janjian ketemu di depan J-Co dan ga lama Mumus dah dateng dengan lambaian tangan cekingnya.
Come on.. Follow our journey
Twenty-one menjadi the main target kami dan setelah berdiskusi singkat kami memutuskan untuk menonton The Tourist, film terbarunya artis berbibir seksi Angelina Jolie. Sedikit komen tentang film ini, this movie actually has a good story, but I think the plot is not so fit, not detailed and almost did not feel the climax. Intinya:: film ini ga bagus. razz
Setelah nonton, go to next target, dinner @ Solaria. Pilihan posisi paling pojok dengan pemandangan langit malam bertabur bintang menjadikan makan malam ini romantis, bukan begitu? HHe..
Dari semua kegiatan hangout seperti window shopping, nonton, karoke, makan dan sebagainya, -- makan bersama is the most i like among the other. Karena........ saat makan adalah saat bercerita (red. curhat). Berbagi cerita yang seperti tidak ada habisnya, kadang hanya pembicaraan konyol bak anak kecil yang tak ada artinya, kadang pula pembicaraan layaknya wanita dewasa tentang masa lalu, sekarang dan yang akan datang, tentang cita-cita, pria, dan cinta. Tidak jarang hal-hal yang rahasia pun akan terungkap saat itu, karena itulah aku suka.

Makan malam kali ini pun seperti itu, dan mumus as leader speaker.. membuka percakapan dengan cerita liburan akhir tahunnya di Medan selama dua minggu dan teman masa kecilnya Yasin Dinosalurus yang ia temui di kota yang terkenal dengan nama Paris Van Sumatera. Aku dan sherly sebagai good listener dari leader speaker malam itu. Tidak ada bahan yang bisa kami ceritakan karena selama dua minggu kami hanya menjadi wanita rumahtangga yang berkutat dengan aktifitas rumahan. HHe
Dari semua keceriaan dan cerita yang terkisahkan, diam dan keheningan juga seringkali men-jedah percakapan untuk beberapa menit. Dalam jedah, saling tatap dan melempar senyum menghadirkan ketenangan tersendiri buatku.
Keakraban seperti ini sungguh sangat aku rindukan, keakraban yang terjalin kuat di masa-masa awal perkuliahan. Merajai kursi paling belakang bis Indralaya, menjelajah kuliner dan tempat kongko favorit kita:: Barokah dengan bakso super dan ++ lainnya, Sari Mulya dengan es Telernya, Solaria dengan nasi gorengnya, BDP dengan andalan masing-masing - - mumus dengan pempek udangnya, sherly dengan brownisnya, dan aku.. omelet berbungkus daun pisang.. Semua itu, ingatkah? rindukah?
Empat tahun lebih jalinan kita sebagai Bungsu Club tentu tidak selalu suka dan tawa, juga hadir duka dan luka. Kita bertiga, sebagai anak bungsu -- yang katanya punya ego lebih -- dalam waktu yang tak terelakkan memunculkan itu ke permukaan yang mendasari keributan, permusuhan, kekecewaan, persaingan dan saling menyakiti. Tapi, percayakah bahwa itu semua hanyalah proses untuk sebuah pencapaian makna dari hubungan kita? Aku percaya.
Terlepas dari kebencian yang pernah hadir di antara kita, selalu ada kerinduan yang membuncah saat tidak bersua dan bertegur sapa. Kerinduan itu, mari kita jaga bersama teman.
Piring dan gelas di atas meja sudah kosong, makan dan minuman kami sudah habis.. Pembicaraan harus dihentikan dan segera beranjak, kamar kami tentu menantikan Nona-nya pulang.

Hari ini menyenangkan dan aku menanti yang berikutnya.



**purple, 23.30

22.12.09

Hari Ibu

Ibuku, aku panggil beliau dengan sebutan Mama.
Inginnya aku mendeskripsikan mamaku sebagai seorang ibu dengan mata rembulan yang penuh kehangatan dan kelembutan dalam mencurahkan kasih sayang kepada anak-anaknya. Aku ingin mengatakan pada semua orang bahwa mamaku adalah perempuan super yang bahkan sanggup mengalahkan spiderman sekalipun..biggrin
Tapi kenyataan tidak memberiku izin untuk mengatakannya karena mamaku memang tidak super, ia hanya perempuan biasa. Aku juga tidak akan mendeskripsikan mamaku dengan mata rembulan yang sayu dan tutur yang lembut. Tidak, mamaku tidak seperti itu.
Mamaku, beliau bermata elang yang tajam, lantang dan penuh ketegasan.. kasih sayangnya tercurah lewat didikan yang keras.
Jika menerawang ke masa kecil dulu, aku masih ingat setiap hari minggu mama akan membuat kami (aku dan kakak2ku) berbaris antri untuk dites hapalan surat-surat pendek Al-Quran.. jika tidak lolos, siap-siap menerima belaian dari kemoceng coklat yang ada digenggaman beliau.
Kalau subuh tiba, ia akan membangunkan kami semua.. cukup sekali saja, kalau belum bangun juga ia akan memberikan kami kecupan semut melalui kuku jempol dan telunjuknya. Mungkin orang-orang akan berkata "kejam", tapi bagiku tidak.. Begitulah mamaku, tidak mengenal konsep "kelembutan" dan aku maklum akan hal itu. Perjalanan kehidupannya mendidik ia untuk menjadi wanita mandiri tanpa seorang ayah bahkan sejak ia lahir. Mungkin kemandirian itulah yang ingin beliau terapkan kepada kami anak-anaknya, "jangan pernah menggantungkan diri pada orang lain dan jangan pernah mengharap pertolongan dari orang lain", lebih kurang seperti itulah.
Mama juga mengajarkan untuk tidak selalu merasa benar, disetiap kali aku mengalami cek-cok dengan teman2ku mama akan berkata "instropeksi dirimu sendiri dan pandanglah setiap persoalan dari dua sisi berbeda".. Kadang aku kesal karna tidak mendapat dukungan,, tapi aku sadar mama tengah mendidikku untuk tidak menjadi orang yang egois.
Beberapa hal lain yang bikin aku kesal sama mama adalah sikap paranoid tingkat tinggi beliau yang minta ampun pika23. Sangat bertolak belakang dengan sisi kemandiriannya, ia selalu merasa khawatir yang berlebihan jika aku pulang malam, selain itu aku sulit sekali untuk mendapat izin menginap atau bepergian jauh sama teman-temanku, aku benci itu.. padahal teman-temanku biasa saja kalau ingin menginap, ibu mereka tidak pernah melarang,, aku ingin mamaku juga seperti itu. Tapi, sekali lagi kukatakan "begitulah mamaku"... Beliau bukannya tidak pengertian atau tidak memberi kepercayaan padaku, ia hanya ingin menjagaku. Walaupun kadang aku suka menentang dan tetap pergi tanpa restu beliau, aku mau bilang "percayalah, saat aku melakukan itu, sungguh aku selalu menyesal". Karna aku tahu mama pasti akan kesepian, setelah 2 tahun ini kakak2ku pindah ke Jakarta,, tinggal aku satu2nya yang tersisa,, bersama papaku juga tentunya.
Hhhh... mamaku.. ia seorang guru. tapi ia lebih suka dikatakan sebagai seorang pendidik.
Ia terbiasa memberikan seloyang ilmu dan sepiring nasihat untuk anak-anak di sekolah dan anaknya di rumah..
Mamaku jago menjahit, waktu kecil aku jarang beli pakaian, hampir sebagian besar pakaianku adalah hasil karya mama sendiri.. itulah yang membedakan aku dengan teman-temanku dulu... jika pakaian mereka hanya celana pendek dan baju kaos, pakaianku sangat istimewa, dulu aku bilangnya baju terusan (tapi sekarang istilah kerennya "long dress").. pika21pika21
Kalau aku keluar rumah, ibu-ibu tetanggaku suka komentar begini "ih lucu banget bajunya, beli dimana"?, setelah itu aku akan tersenyum bangga dan menjawab "ini mamaku sendiri yang buat tante"...... Mama juga pernah bikin pakaian tidur yang sama untuk aku dan kakak2ku.. Jika dalam satu malam kami berempat memakainya berbarengan, mamaku tidak akan berhenti tertawa melihat kami dengan pakaian kembar itu.pika21
Mamaku, ia tidak pandai memasak.. tidak pernah ada yang memuji masakannya..
Tapi aku memuji keteguhannya yang tetap berusaha untuk menyajikan sarapan, makan siang dan malam untuk keluarganya..
Mamaku... everything.. forever.. and ever.


Eniwei, aku dikirimi email sama temanku, sebuah renungan tentang ibu.. Ku pikir pas banget kalau diposting bertepatan dengan hari ibu...sekedar untuk mengembalikan ingatan kita (anak-anak) yang kadang kala lupa akan berharganya seorang ibu.

Kata orang Aku lahir dari perut ibu..
(bukan kata org...memang BENARKAN !!!.... ..)

Bila dahaga, yang susukan aku.....ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu
Bila bangun tidur, aku cari....ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
Bila nakal, yang memarahi aku....ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu
Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu

Aku selalu teringatkan ....ibu
Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil.... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau..... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal.....ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
Yang selalu memuji aku....ibu
Yang selalu menasihati aku....ibu
Bila ingin menikah...Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan. ....ibu

Aku ada pasangan hidup sendiri....
Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari.....ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu
Bila bahagia, aku peluk erat.....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat.....ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku
Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu
Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:
"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja.... masih ingatkah kau pada
ibu?
tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".

Berderai air mata jika kita mendengarnya. ........
Tapi kalau ibu sudah tiada....... ...
IBUUUU....RINDU IBU.... RINDU SEKALI....
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
dan akhir sekali berapa banyak yang men-SHOLAT-kan JENAZAH ibunya......